top
logo

Search

Facebook Image

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini116
mod_vvisit_counterKemarin130
mod_vvisit_counterMinggu ini628
mod_vvisit_counterBulan ini2024
mod_vvisit_counterTotal414148

Online (20 minutes ago): 1
Your IP: 54.224.56.126
Sekarang: 2018-10-18 22:31

Hasil Samping Tanaman Kelapa Bag.1 Print E-mail
Hasil Samping Tanaman Kelapa

Tanaman kelapa mempunyai berbagai hasil samping yang sangat bermanfaat dan mempunyai nilai ekonomi tinggi. Seperti jok mobil, nata de coco, arang
briket, anyaman dan sebagainya. Tanaman kelapa merupakan komoditas perkebunan yang sangat potensial, disebut juga sebagai pohon kehidupan karena semua bagian tanaman kelapa bermanfaat bagi kebutuhan hidup manusia.
Buah kelapa terdiri dari: sabut, tempurung, daging buah, dan air kelapa; semua bagian tersebut tidak ada yang terbuang dan dapat dibuat untuk menghasilkan produk industri. Sabut kelapa antara lain dapat dimanfaatkan sebagai coir fibre,keset, sapu, jok mobil, dan matras. Daging buah dapat dipakai sebagai bahan baku untuk menghasilkan kopra, minyak kelapa, coconut cream, santan, dan kelapa parutan kering (desiccated coconut). sedangkan air kelapa dapat dipakai ntuk membuat cuka, penggumpal lateks. dan nata de coco. Tempurung dapat dimanfaatkan untuk membuat charcoal, carbon aktif, arang briket, dan kerajinan tangan. Dari batang kelapa dapat dihasilkan bahan-bahan bangunan baik untuk kerangka bangunan maupun untuk dinding serta atap, dan peralatan rumah tangga (pot, mebel, dan lain-lain). Daun kelapa dapat diambil lidinya yang dapat dipakai sebagai sapu, serta barang-barang anyaman. Berikut ini akan dibahas tentang pemanfaatan hasil samping kelapa yang telah banyak dilakukan:
 
Sabut Kelapa
Menurut United Coconut Association of the Philippines (UCAP), dari satu buah kelapa dapat diperoleh rata-rata 0,4 kg sabut yang mengandung 30% serat. Serat dapat diperoleh dari sabut kelapa dengan cara perendaman dan mekanis. Sabut kelapa sangat kaya dengan unsur Kalium yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Oleh karena itu apabila sabut kelapa tidak dipergunakan untuk produk-produk yang laku dijual, maka dapat dikembalikan ke kebun sebagai pupuk Kalium.
 
Ekstraksi Serat dengan Perendaman
Perendaman bertujuan untuk memisahkan/mengekstraksi berkas-berkas serat dari sekam yang mengikatnya dengan menggunakan aktivitas mikroorganisme. Caranya adalah dengan memasukkan sabut kelapa ke dalam kolam selama 1-3 bulan. Selama dalam peredaman ini, maka berbagai mikroorganisme akan berkembang dan sebagai hasil dari kegiatannya maka jaringan sekam yang mengikat serat terutama terdiri atas pektin perlahan-lahan akan larut dan disertai dengan timbulnya bau yang kurang sedap. Banyaknya sabut yang direndam disesuaikan dengan bak yang tersedia. Oleh karena waktu yang diperlukan terlalu lama dan dibutuhkan bak yang sangat luas, maka tara ini dianggap kurang efektif dan efisien.
 
Ekstraksi Serat Menggunakan Mesin
Cara ini menggunakan pemukul besi atau paku yang dipasang pada drum yang berputar cepat. Hasilnya adalah serat berbulu yang bersih. Serat yang
diekstraksi akan diperoleh 40% serat berbulu dan 60% serat matras. Dari 100 gram sabut yang diekstraksi diperoleh sekam 70%, serat matras 18% dan serat berbulu 12%. Serat matras digunakan untuk bahan pengisi (jok), bahan penyaring, matras, dan sebagainya. Sedangkan serat berbulu sangat baik untuk dibuat sikat pembersih, sapu, keset, dan lainnya.
 
Bersambung.....

Nanik Anggoro P
Penulis dari BBP2TP
Dimuat dalam Tabloid Sinar Tani, 22 – 28 April 2009
 

Add your comment

Your name:
Your email:
Comment:
Joomla SEO powered by JoomSEF

Polling

Dari mana anda mengetahui website kami?
 

Google Translate

Ads by google


bottom
top

Ads by google


bottom