top
logo

Saling Berbagi

Hubungi Kami

Search

Facebook Image

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini9
mod_vvisit_counterKemarin94
mod_vvisit_counterMinggu ini289
mod_vvisit_counterBulan ini1552
mod_vvisit_counterTotal401607

Online (20 minutes ago): 3
Your IP: 54.166.233.99
Sekarang: 2018-06-21 01:51

Notice
  • Guest user account is not properly configured. Please set 'Username of Guest' option to the Username of registered user. guest_username="h123"

    --
    yvComment solution, version="1.22.0"
Hasil Samping Tanaman Kelapa Bag. 2 Print E-mail

Hasil Samping Tanaman Kelapa Bag. 2

Tempurung Kelapa
Pada umumnya tempurung dimanfaatkan sebagai bahan bakar. dalam bentuk tempurung kering atau arang tempurung. Tempurung, di samping dipergunakan untuk pembuatan arang, juga dipergunakan untuk pembuatan arang aktif, yang mempunyai kemampuan mengabsorpsi gas dan uap. Di samping itu arang aktif dapat dipergunakan sebagai kedok gas, filter rokok, ekstraksi bensin dari gas alam, pemurnian gas, menghilangkan bau limbah hasil buangan industri, bahan dasar pembuatan bateray, dan sebagainya. Arang aktif juga mampu menghilangkan warna dalam larutan, sehingga dapat dipergunakan untuk emucatan minyak nabati, dekolorisasi larutan gula dan sebagainya.

Pembuatan arang tempurung dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu metode drum, metode lubang, dan metode tungku. Metode tungku sesuai untuk
pengusahaan secara komersil, sedangkan metode yang paling sesuai untuk pembuatan arang tempurung dalam skala kecil adalah metode drum.

Arang Briket
Tempurung merupakan bahan yang rapuh, sehingga mudah hancur selama penangannya. Hal ini menyebabkan kesulitan dalam mengangkutnya, dan
bahkan kesulitan dalam penggunaan tungku. Salah satu cara untuk mengatasi kesulitan ini adalah dengan membuat arang briket. Cara yang umum dilakukan adalah menggiling arang tempurung, mencapur dengan perekat, mencetak, dan bila perlu mengikatnnya.

Arang Tempurung Aktif
Potensi komersial arang tempurung terletak pada karbon aktifnya, kerena bahan ini sangat efektif untuk mencegah adanya polusi, gas beracun, gas atau uap yang tidak dikehendaki. Cara kerja tempurung aktif ini terutama daya afinitas (daya tarik menarik)nya yang selektif terhadap substansia tertentu. Substansia ini diadsorpsi pada permukaan arang dan permukaan arang ini dapat diperluas dengan cara memperkecil ukuran partikel arang. Daya afinitas yang sefektif dari arang aktif terhadap substansia khusus ini, dapat ditunjukkan oleh kemampuannya melakukan dekolorisasi larutan gula yang keruh. Arang tempurung aktif lebih disukai dibandingkan arang aktif dari bahan lain, karena daya adsorpsinya yang tinggi dan mudah penanganannya disebabkan oleh bentuknya sebagai butiran yang keras, tidak mudah hancur menjadi bubuk.

Kayu Kelapa
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Mosteiro dkk (1976) menyatakan bahwa secara alami kayu kelapa pada bagian yang lunak dan tidak diperlakukan
pengawetan akan habis dimakan rayap dan busuk karena jamur setelah 1,5 tahun, sedang pada bagian yang keras berlangsung selama 2 tahun 5 bulan.
Agar kayu ini dapat dipergunakan dalam jangka waktu yang lama, maka perlu dilakukan pengawetan.

Bersambung.....

Nanik Anggoro P
Penulis dari BBP2TP
Dimuat dalam Tabloid Sinar Tani, 22 – 28 April 2009

 

 

Add your comment

Your name:
Your email:
Comment:
Joomla SEO powered by JoomSEF

Polling

Dari mana anda mengetahui website kami?
 

Google Translate

Ads by google


bottom
top

Ads by google


bottom