top
logo

Search

Facebook Image

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini103
mod_vvisit_counterKemarin168
mod_vvisit_counterMinggu ini850
mod_vvisit_counterBulan ini2016
mod_vvisit_counterTotal423939

Online (20 minutes ago): 1
Your IP: 54.227.31.145
Sekarang: 2018-12-14 13:33

Perancangan Alat pengontrol RH Print E-mail

Perancangan Alat pengontrol RH dengan Efek Pengabutan Menggunakan mikrokontroler AT89C51, Sensor SHT 75 dan PC (Personal computer).

Komoditi pertanian merupakan komoditi yang masih hidup, komoditi ini melakukan respirasi dan proses biologis lainnya. Dengan keadaan tropis membuat umur simpan semakin pendek, oleh karena itu diperlukan sistem penyimpanan yang baik. Penyimpanan yang baik dilakukan dengan mengatahui sifat dari komoditi yang disimpan. RH (Relatif Humidity) merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi ketahanan komoditi pertanian dalam penyimpanan. Selain itu suhu juga merupaka faktor yang tidak dapat dipisahkan dengan RH, karena jika suhu rendah RH akan tinggi begitu pula sebaliknya. 

Buah dan sayuran merupakan komoditi yang peka terhadap kedua faktor tersebut, karena buah dan sayuran memiliki kandungan air yang banyak. Untuk mengendalikan kedua faktor tersbut tentunya perlu adanya manipulasi ruang simpan agar RH tetap terjaga. Ketelitian dan keakuratan sangat diperlukan dalam pengendaliaannya, hal ini lebih efesien dan efektif dilakukan dengan sistem otomatis. Dewasa ini telah berkembang mikrokontroler, sejenis IC yang dapat menjalankan program layaknya komputer mini. Berkembangnya dunia komputer menambah kemudahan kita merancang sistem otomatis.

 

Tujuan dari penelitian ini adalah merancang alat pengontrol RH dengan sistem pengabutan, merancang program untuk mikrokontroler dan mengetahui performa dari alat tersebut.

Manfaat dari penelitian ini dapat memanipulasi keadaan ruang simpan, memberikan pemikiran dasar tentang pengontrolan RH dan memberikan wawasan berpikir tentang penggunaan komputer sebagi pengendali.
Penelitian dilaksanakan di laboratorium Teknik Proses Hasil Pertanian Universitas Brawijaya Malang pada bulan Agustus 2005 sampai selesai.
Alat yang digunakan adalah 1 buah IC AT89C51, 1 buah sensor SHT 75, 1 buah IC max 232, 1 buah Nosel, 1 buah mini kompresor, 1 buah kipas, 1 buah lampu dan seperangkat komputer.

Perancangan alat dibagi menjadi dua: perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat keras terdiri dari perancangan relay, perancangan pemanas, perancangan alat penyemprot, dan perancangan lemari simpan. Sedangkan perangkat lunak terdiri dari perancangan program untuk mikrokontroler (Bahasa assembler) dan perancangan program Delphi sebagai pengontrol.

Untuk perancangan piranti pengontrol suhu dan RH telah dirancang oleh peneliti sebelumnya. Lemari simpan berukuran 60 x 55 x 107 cm, penyemprot terdiri dari mini kompresor, selang dan nosel sedangkan pemanas menggunakan lampu.
Pengujian dilakukan dengan cara mensetting ulang kelambaban dan suhu pada program Delphi sesuai dengan standart yang ada, jika nantinya kelembaban sudah sesuai maka dilayar akan muncul tanda sebagai isyarat kelembaban telah sesuai

 

Add your comment

Your name:
Your email:
Comment:
Joomla SEO powered by JoomSEF

Polling

Dari mana anda mengetahui website kami?
 

Google Translate

Ads by google


bottom
top

Ads by google


bottom