top
logo

Search

Facebook Image

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini92
mod_vvisit_counterKemarin168
mod_vvisit_counterMinggu ini839
mod_vvisit_counterBulan ini2005
mod_vvisit_counterTotal423928

Online (20 minutes ago): 2
Your IP: 54.227.31.145
Sekarang: 2018-12-14 11:57

Sinergisme Ozon dan CO2 dalam Sterilisasi Pangan Print E-mail

Sinergisme Ozon dan CO2 dalam Sterilisasi Pangan

Ozon telah digunakan dalam disinfeksi dan deodorisasi dalam pemurnian air, dalam oksidasi dan pemucatan pada perlakuan limbah industria. Ozon juga digunakan dalam bidang pangan dan pengawetan. Dalam proses digunakan larutan ozon yang dihasilkan oleh gelembung-gelembung air dengan gas ozon yang digunakan untuk mengawetkan ikan dan sayuran segar yang dipotong. Ozon juga digunakan untuk mensterilkan buah dan sayur. Proses menggunakan larutan ozon juga dianggap lebih baik daripada gas ozon, karena memiliki efek germisidal yang lebih kuat sehingga lebih disarankan untuk bahan pangan.

Dalam proses yang menggunakan larutan ozon, larutan ozon secara langsung kontak dengan bahan pangan. Oksidasi ozon pada konsentrasi tinggi dapat merubah warn dan bau sehingga sering menjadi problema dalam aplikasi. Untuk mengatasinya kini mulai digunakan kombinasi dengan gas CO2.

Aplikasi Untuk Daging Sapi

Konsentrasi lethal bagi sel bakteri adalah 0,1 – 0,2 mg/l jika sel bakteri terkena gelembung ozon dalam larutan uji selama 5 menit. Konsentrasi ozon yang rendah tidak efektif jika terdpat vahan organik, karena bahanorganik akan memperoleh aksi yang sama dengan sela bakteri dari ozon.

Setelah sampel disimpan 7 hari pada 50C jumlah bakteri akan eningkat dan peningkatan ini tergantung perbandingan gas ozon dan CO2 yang digunakan. Efektivitas perbandingan yang baik dimulai dari perbandingan ozon dan CO2 dari 2:1, 1:1, 1:2 dan 1:3.

Aplikasi untuk Irisan Mentimun

Jika yang digunakan sampel adalah irisan mentimun maka jumlah bakteri secara efektif bekurang dengan sterilisasi 5 menit. Hal ini mungkin mentimun memiliki luas permukaan yang lebih besar dripada irisan daging. Untuk mentimun perbndingan yang baik adalah 3:1 dan 2:1. Setelah disimpan 14 hari pada 50C jumlah bakteri meningkat 200 kali.

Uji Pada Agar Plate

Jumlah bakteri setelah penerpaan CO2 lebih banyak daripada dengan ozon tetapi ukuran koloni bakteri lebih kecil dengan CO2. Koloni yang dihasilkan dengan penerpaan ozon umumnya adal di dalam agar.

Pada penyimpanan biji-bijian dengan menggunakan CO2 diketahui terjadai fenomena adsorpsi CO2 ke dalam komponen pangan terutama protein. Mekanisme inteaksi gas CO2 dengan protein karena pengikatan CO2 dalam protein dengan e-amino, a-amino dan guanidium.

Dalam sinergisme juga diketahui bahwa ozon lebih bersifat bakterisida daripada bakteriostatik sedang CO2 lebih bersifat bakteriostatik.

 

Sumber: http://ptp2007.wordpress.com/2008/05/29/sinergisme-ozon-dan-co2-dalam-sterilisasi-pangan/

 

Add your comment

Your name:
Your email:
Comment:
Joomla SEO powered by JoomSEF

Polling

Dari mana anda mengetahui website kami?
 

Google Translate

Ads by google


bottom
top

Ads by google


bottom