top
logo

Search

Facebook Image

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini68
mod_vvisit_counterKemarin153
mod_vvisit_counterMinggu ini221
mod_vvisit_counterBulan ini1387
mod_vvisit_counterTotal423310

Online (20 minutes ago): 5
Your IP: 54.167.15.6
Sekarang: 2018-12-10 11:48

Artikel
Hasil Samping Tanaman Kelapa Bag. 3 Print E-mail

Hasil Samping Tanaman Kelapa Bag. 3

Air Kelapa sebagai Nata de Coco
Nata de coco merupakan bahan makanan yang sangat lezat, yang dimakan dalam berbagai bentuk makanan seperti koktil buah, es krim atau dalam sirup yang sangat baik untuk diet makanan berserat. Secara ringkas skema pembuatan nata de coco dapat dinyatakan sebagai berikut:
Air kelapa yang telah disaring (12 mangkuk) → dididihkan → didinginkan → diberi starter Acetobacter xylinum 2 mangkuk, asam asetat glacial 1/2 mangkuk,
dan ditambah gula 1 mangkuk → dicampur hingga merata → disimpan selama 14 hari → nata de coco mentah → dipotong-potong, dicuci sampai rasa asam
hilang, ditiriskan → ditambahkan sirup gula (2 mangkuk gula, 1 mangkuk air) → di masukkan dalam botol → direbus pada air mendidih 30 menit → nata de coco siap dikemas.

Penggunaan Air Kelapa sebagai Penggumpal Lateks
Air kelapa mempunyai potensi untuk menurunkan pH lateks dan cukup bersih dari kotoran fisik, apabila air kelapa difermentasikan dengan menggunakan ragi
tape maka dapat terbentuk asam asetat atau asam amino yang dapat menggumpalkan lateks. Berdasarkan hasil penelitian Puslitbun Sungai Putih,
hasil yang baik untuk menggumpalkan lateks adalah penggunaan air kelapa ditambah ragi 13,5% kemudian dilakukan fermentasi pada suhu 30°C selama 4
hari. Cara pelaksanaannya adalah sebagai berikut:
a. Siapkan air kelapa
b. Tambahkan ragi 13,5% dari volume air kelapa tersebut
c. Diamkan/diperam dan ditutup supaya tidak tercampur bahan kotoran lain selama 4 hari
Untuk menggumpalkan lateks, dipergunakan 5-10 cc larutan air kelapa tersebut ke dalam setiap 1 liter lateks. Keuntungan yang diperoleh adalah penggumpalan lebih cepat dan tidak mengotori karet sepanjang penanganannya bersih.

 

Nanik Anggoro P
Penulis dari BBP2TP
Dimuat dalam Tabloid Sinar Tani, 22 – 28 April 2009

 

Add your comment

Your name:
Your email:
Comment:
Hasil Samping Tanaman Kelapa Bag. 2 Print E-mail

Hasil Samping Tanaman Kelapa Bag. 2

Tempurung Kelapa
Pada umumnya tempurung dimanfaatkan sebagai bahan bakar. dalam bentuk tempurung kering atau arang tempurung. Tempurung, di samping dipergunakan untuk pembuatan arang, juga dipergunakan untuk pembuatan arang aktif, yang mempunyai kemampuan mengabsorpsi gas dan uap. Di samping itu arang aktif dapat dipergunakan sebagai kedok gas, filter rokok, ekstraksi bensin dari gas alam, pemurnian gas, menghilangkan bau limbah hasil buangan industri, bahan dasar pembuatan bateray, dan sebagainya. Arang aktif juga mampu menghilangkan warna dalam larutan, sehingga dapat dipergunakan untuk emucatan minyak nabati, dekolorisasi larutan gula dan sebagainya.

Read more...
 

Add your comment

Your name:
Your email:
Comment:
Hasil Samping Tanaman Kelapa Bag.1 Print E-mail
Hasil Samping Tanaman Kelapa

Tanaman kelapa mempunyai berbagai hasil samping yang sangat bermanfaat dan mempunyai nilai ekonomi tinggi. Seperti jok mobil, nata de coco, arang
briket, anyaman dan sebagainya. Tanaman kelapa merupakan komoditas perkebunan yang sangat potensial, disebut juga sebagai pohon kehidupan karena semua bagian tanaman kelapa bermanfaat bagi kebutuhan hidup manusia.
Read more...
 

Add your comment

Your name:
Your email:
Comment:
Teknologi Penggorengan Vakum untuk Pembuatan Kripik Buah Print E-mail

Teknologi Penggorengan Vakum untuk Pembuatan Kripik Buah

Salah satu cara mendapatkan kripik buah dengan mutu tinggi adalah bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi alat penggorengan vakum (pompa hampa udara).

Dengan menerapkan teknologi ini, buah-buahan yang melimpah dan terbuang pada saat panen raya dapat dimanfaatkan menjadi kripik sehingga tetap memiliki nilai jual tinggi.

Kripik yang dihasilkan mempunyai warna dan aroma buah asli, rasa lebih renyah dan penampilan yang menarik, kalau bahan baku berada pada tingkat kematangan yang optimal. Sedangkan kerenyahan diperoleh karena proses penurunan kadar air dalam buah terjadi secara berangsur-angsur. Buah yang bisa dibuat kripik dengan teknologi ini antara lain: nangka, pisang, pepaya, nanas, mangga, apel.

 

Sumber: artikel Liptan

 

Add your comment

Your name:
Your email:
Comment:
Comments (1)
1 Friday, 16 March 2012 06:49
Mohon tampilan alat dan harga.Apakah sama dgn alat dehydrator
« StartPrev1234NextEnd »

Page 3 of 4
Joomla SEO powered by JoomSEF

Polling

Dari mana anda mengetahui website kami?
 

Google Translate

Ads by google


bottom
top

Ads by google


bottom